wwf sea turtle conservation poster

pekerjaan yang sebenarnya sudah lama selesai.. pembuatan poster konservasi dan data-data mengenai kehidupan penyu khususnya di tanah air Indonesia ini. dibuat untuk acara world ocean conference di manado. yang katanya sih cukup berhasil. dan dapet info dari temen di wwf katanya nih poster dipajang di departemen kelautan Indonesia (bener gak nih nama departemennya? :P).

berikut kabr dair teman wwf, bagian yang merah kalimat yang berhubungan sama poster ini :

 

Yth. Rekan-rekan semua,
Atas nama Program Kelautan WWF-ID, saya mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan dan kerjasamanya dalam pelaksanaan kampanye penyu khususnya dalam rangka World Ocean Conference 2009 di Manado kemarin, dan juga selama persiapannya.
Mulai hari pertama, kita berhasil menyerahkan hasil pengumpulan petisi penyu kepada bp. Nur Hidayat (Direktur KKH-PHKA, Dephut) dan bp. Agus Dermawan (Direktur KTNL-KP3K DKP), terima kasih utk mbak Ida Deli dan pak Wawan yang berhasil menghadirkan beliau-beliau. Banner petisi kita sebesar 6 x 4 m penuh ditandatangani oleh pengunjung pameran yang mendukung konservasi penyu. Pak Nur Hidayat dan Pak Agus meminta kita menempatkan peta penyu Indonesia di kantor beliau (sudah di bingkai), karena sejauh ini, peta tersebut adalah peta paling komprehensif dan edukatif yang ada di Indonesia.
Selama 5 hari, booth pameran WWF tidak pernah sepi dari pengunjung. Peta penyu Indonesia yg kita display, sangat menarik perhatian pengunjung khususnya anak-anak sekolah. Seluruh peta dan informasi mengenai Coral Triangle dan kampanye M3 Sulawesi habis terdistribusi secara selektif (karena jumlah terbatas). Audience di Manado ternyata sangat antusias memperoleh informasi mengenai penyu dan kelautan. Kehadiran para supporter kehormatan di booth membuat semakin banyak orang yg tertarik.
Hari kedua, press trip ke Bitung dan Tulaun berjalan sukses, diikuti oleh antara lain Kyodo, Reuters, Kompas, Garuda Inflight, Antara dan Tempo. Kunjungan ke lokasi processing tuna sangat menarik (terima kasih utk Hafizh dan Rudi), dan walaupun hujan, kunjungan ke desa Tulaun memberi informasi yang sangat lengkap kepada media mengenai perlindungan penyu (terima kasih utk Tetha).
Hari ketiga, beberapa event berlangsung pada hari itu. Pertunjukkan Nugie dan Katon utk promosi ring back tone JB3 mengundang crowd yang sangat bagus. Dari seluruh rangkaian acara expo, moment ini adalah yg paling besar, lokasi depan panggung padat oleh pengunjung. Nugie dan Katon menyampaikan banyak pesan-pesan mengenai lingkungan, dan banyak juga audience yg langsung memasang ring back tone di hp mereka.
Launching KKPN Laut Sawu berhasil dilakukan bersama dgn DKP dan TNC, terima kasih utk mas Kimpul atas kerja kerasnya. Belasan Kabupaten hadir di acara tsb, merayakan capaian 10 juta hektar kawasan perlindungan laut sesuai target 2010. Termasuk di dalam 10 juta tersebut adalah kawasan-kawasan yang kita dukung: Berau, Alor, Wakatobi, Abun (Sorong), dll.
Press conference yg dilakukan oleh rekan-rekan CTNI dibantu oleh tim Climate program dan comms, juga meraup sukses besar dengan hadirnya 45 jurnalis dari berbagai media lokal dan manca negara. Terima kasih utk Verena, Ade dan Lya yang terus meng-update hasil publikasinya.
Tribute to Conservation Dinner: Appreciating Local Initiatives for Turtle Conservation and Green Initiatives for Sustainable Business, co-hosting WWF dan BNI juga berjalan lancar. MOU kerjasama WWF dan BNI ditandatangani oleh pak Kemal Stamboel dan pihak BNI, menandai kerjasama kedua pihak utk dukungan pada kelautan dan perikanan Indonesia. Masyarakat Abun memberikan pidato yang sangat inspiratif mengenai bagaimana mereka mem-value penyu dan kerjasama dengan WWF. Bupati Wakatobi dan Bupati Sambas menyampaikan presentasi mengenai potensi kawasannya utk perlindungan penyu, yang sangat in-line dengan program WWF di lokasi. Demikian juga dengan presentasi UNIPA.
Sayang sekali ruangan terlihat agak kosong, karena undangan dari pihak BNI tidak ada yang hadir (60-an undangan). Namun tidak mengurangi makna acara, yaitu penghargaan WWF kepada mitra-mitra konservasi penyu (pemerintah kabupaten, universitas, masyarakat dan supporter kehormatan). Kedua MC, Sarah Sechan dan Uli Herdinansyah, membawakan acara dengan sangat menarik dan tidak membosankan.
Hari berikutnya, press trip ke Bunaken dilakukan oleh rekan-rekan CTNI, berbarengan dengan field trip utk para supporter kehormatan. Kesempatan ini digunakan utk banyak-banyak memberi informasi kepada para supporter kehormatan dan Uli Herdinansyah mengenai program WWF di Bunaken dan mengenai konservasi kelautan secara general.
Hari terakhir expo, tgl 15 Mei, booth WWF sudah kehabisan segala bentuk informasi, berhasil mengumpulkan dana cukup banyak (16jt utk merchandise, dan sekitar 80 individual donor baru utk membership). Booth WWF tidak mendapat penghargaan apa-apa, namun bisa dikatakan sebagai booth paling menarik dan intimidatif (karena booth disekitar WWF agak sepi pengunjung, sampai-sampai penjaga booth tetangga minta supaya supporter kehormatan WWF mampir di booth mereka supaya mereka rame juga).
Demikianlah perjalanan kegiatan kampanye penyu selama WOC. Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga pada seluruh tim WWF-Indonesia atas kekompakannya, khususnya kepada:
Pak Wawan Ridwan, Klaas Jan Teule, Pak Nazir Foead, Mas Fitrian, Pak Syafril, Sandra, Ida Deli, Aulia, Maggie, Boim, Nefa, Hafizh, Habib, Kimpul, mbak Rina, Hesti, Titi, mbak Maitra, Donny, mas Israr, Irza, Ipul, Verena, Ade, Lya, mbak Utari, mas Budiman, Angelique, Roy, Imam, Mentari, Veda, Tetha, oom Bas, oom Herman Orisu, Lie, mas Hermayani, Jimmy, Dwi, Kokoh, Indar dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu-per-satu.
Evaluasi singkat telah kami lakukan di Manado, hasil notulensinya akan kami sebarkan segera. Namun kami ingin ada evaluasi yang lebih besar lagi setelah kampanye ini berakhir pada akhir bulan Juni mendatang.
Salam,
dewi 

dan berikut adalah poster yang dibuat saya dan teman-teman di hope-plus :