New Home New Hope

Yup saya pindah rumah, bukan rumah yang dibangun dengan modal membeli lahan dengan harga tanah yang berkisar dari 200ribu sampe 5 juta permeternya.. tapi rumah maya tempat berbagi cerita, asa dan karya. Petualangan baru ini dimulai dengan nama blog yang bagi orang-orang mengenal saya secara langsung mungkin terasa aneh. Kok aneh? kenapa emangnya?, ya jelas anehlah dah beberapa tahun belakangan ini atau semenjak saya mengecap dunia pendidikan di kampus seni di bilangan cikini dengan mayor desain komunikasi visual atau desain grafis. emang dah bosen jadi desainer grafiskah sehingga saya memakai nama ini?, gak tuh, malah saya masih menikmati proses pengerjaan sebuah desain, dengan tanpa dikejar-kejar deadline dan disetir klien tentunya.. hohohoho.

http://www.altiusdirectory.com/Insurance/images/Home-Insurance.jpgKenikmatan (apa kemenderitaan ya? hehehe..) dalam mendesain masih saya jalankan, hanya saja seorang kawan dekat, dekat sekali malah, pernah berkata “mi mungkin secara ‘taktis’ loe oke tapi belajarlah bagaimana bersikap strategis” (bahasa sudah diperindah sedemikian rupa – red), dari perkataan dia yang saya tangkep, mungkin yang dimaksud taktis adalah kemampuan mendesain secara teknis sedangkan strategis lebih ke arah strategi, manajemen, planning, dan kawan-kawannya. Emang strategis penting? bukannya sebagai seorang desainer grafis lebih penting menguasai berbagai macam software grafis dan bisa segala teknik desain dari manual sampei automatic. Pernyataan seperti itu tidak salah juga, cuma bagi saya pribadi dari ketika mendengar perkataan kawan dekat saya itu, seorang desainer grafis tidak akan berkembang secara ‘isi’ kalau cuma berkutat di depan komputer dan mempelajari semua yang ada di dalamnya agar bisa menambah ‘ketaktisan’ dalam mendesain.

Beranjak dari situlah saya ‘mengkeritingkan otak’ saya dengan mencoba mempelajari hal-hal baru yang sebelumnya ‘males’ kalo harus berurusan sama masalah-masalah itu. Macem-macemlah yang saya pengen tau, mulai dari apa itu marketing strategy, development strategy, Client Brief, Manajemen, Long term and Short Term Planning, Blue Print, dan sebangsa setanah airnya, sampai ke bagaimanakah cara menjalankannya atau menerapkannya secara baik. Hal ini juga disebabkan karena situasi kondisi dimana saat ini saya menjalankan sebuah usaha bersama kawan-kawan tersayang. Dan ‘dituntut’-lah saya untuk bisa bertindak strategis gak melulu taktis. Merasa beratkah saya? pastinya, menjalankan sebuah teritori asing yang hampir tak pernah terjamah oleh saya. Tapi hei… Hidup itu indah bukan? tinggal gimana cara kita memandangnya.. begitu kira-kira kata sebuah buku yang pernah saya baca.. intinya pelan-pelan saja asal pasti. Toh Sangkuriang ajah bisa gagal membangun tangkuban perahu dalam waktu semalam. Sekarang saya cuma mau memandang hal yang saya hadapi adalah hal baru yang asyik, bisa menambah wawasan saya, mengembangkan pribadi saya dan kali ajah bisa merubah pola hidup keseharian saya, dari yang dulu bertindak layaknya bruce wayne, malem kerja siang kerja, sekarang siang kerja, malem istirahat, subuh gak telat solat subuh plus tidak lupa olah raga pagi. oohhh indahnya dunia.

helmi