Mencoba Menikmati

Jam menunjukkan pukul 3.41 saat ini saya sedang berada dirumah kawan di daerah cileungsi dekat dengan pabrik semen Holcim yang dulunya semen Kujang. Ingin tidur sebenarnya cuma waktu yang nanggung ini membuat saya mencoba bertahan setidaknya solat subuh dulu sebelum beranjak tidur.

Sambil nunggu adzan subuh berkumandang mau menceritakan sedikit pengalaman yang sedang saya jalani, yah entah menarik atau tidak itu sih belakangan ajah yang penting senang hohoho. Saat ini saya sedang mencoba menikmati masa-masa menjadi seorang marketing.. yap marketing.. suatu bidang kerja yang tidak pernah terlintas kalo saya akan mengemban tugas ini. Seperti pada tulisan saya sebelumnya terlalu banyak sifat dan kelakuan saya yang rasanya kurang pas dengan jobdesk ke-marketing-an ini.

Selain dua hal yang sudah saya tulis sebelumnya, ternyata ada kelemahan saya yang lain, yaitu lemah dalam penyusunan sebuah proposal. Jangankan proposal penawaran pekerjaan, lah wong dulu pas mau TA(tugas Akhir)  ajah bikin proposal pengajuan temanya sampe beberapa kali revisi. Ternyata bikin proposal ribet juga, mulai dari proposal apa yang mau dibuat, seperti apa konten di dalamnya sampai ke masalah desain apa yang cocok dipakai untuk target audience tertentu.

Fiuuh.. sampe abis beberapa halaman scrap book saya mencorat-coret ide-ide yang keluar dari dalam kepala. Untungnya (udah ribet masih ajah untung yah, hehehe kebiasaan orang Indonesia pada umumnya) saya ditemani kawan saya untuk mengolah proposal-proposal tersebut, yap proposalnya ada banyak gak cuma satu. Keluar ide ini, ditangkis, lawan lagi, ditangkis lagi, sampe akhirnya alhamdulillah bisa selesai satu konsep proposal yang kami anggap menarik untuk dibuat dan bisa untuk dikirimkan/diajukan nantinya kepada calon-calon klien yang menjadi inceran kami, ceileh inceran.. kayak mo nembak cewek ajah ;p.

Konsep proposal sudah dibuat, langkah selanjutnya adalah merealisasikan bentuk proposal tersebut dalam bentuk real. Saya kebagian jobdesk untuk membuat elemen ilustrasinya dan sedikit meracik copy-nya yang nantinya akan di-blend dengan output dari kawan saya sehingga menjadi sebuah proposal yang maknyus, kalo boleh minjem kata2 pamungkasnya pak bondan.

Mudah-mudahan proposal ini bisa menjadi salah satu ikhtiar saya untuk menjemput rejeki-Nya. Amin.

Salam hangat

Helmi